Disusun oleh Lilis Indriani Febri (KKN-PPM UGM WONOGIRI 2020) Mental health atau kesehatan mental menurut WHO adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, sebagai individu kita dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya. Di masa pandemi seperti ini, ketakutan dan kecemasan tentang penyakit baru dan apa yang bisa terjadi kedepannya dapat menyebabkan emosi yang kuat pada remaja dan anak-anak. Maka dari itu, kita perlu mengetahui tanda-tanda munculnya stress dan bagaimana cara menjaga kesehatan mental selama pandemi.
A. Tanda-Tanda Mengalami Stress
Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) sendiri, tanda-tanda bahwa seseorang mengalami stress selama pandemi dapat berupa :
- Perubahan pola tidur atau makan.
- Sulit tidur atau berkonsentrasi.
- Memburuknya kondisi kesehatan mental.
- Mengalami ketakutan dan kecemasan yang berlebihan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi.
- Menggunakan obat-obatan (drugs).
B. 6 Cara Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi COVID-19
- Ketahui Bahwa Kecemasanmu Adalah Normal
Jika berita tentang sekolah dari rumah atau berita tentang virus COVID-19 ini membuatmu cemas, maka kamu bukanlah satu-satunya yang merasakan hal itu. Menurut Dr. Lisa Darmour, seorang ahli psikologi remaja mengatakan bahwa kecemasan adalah hal normal dan sehat yang mengingatkan kita akan adanya ancaman dan membantu kita mengambil tindakan sebagai perlindungan diri. Jika gejala dari penyakit ini yang membuatmu cemas, maka penting bagi kamu untuk memberitahukan hal ini kepada orang tua. Perlu diketahui bahwa penyakit coronavirus ini ringan terutama untuk anak-anak dan remaja.
- Mengatasi Gangguan
Ketika berada dalam posisi yang sulit, akan sangat membantu jika kamu membagi masalah menjadi hal-hal yang dapat kamu lakukan dan hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan atau di luar batas kemampuanmu. Ini sangat membantumu untuk mengatasi gangguan yang membuatmu merasa kesulitan. Hal-hal yang bisa kamu lakukan selama masa pandemi ini yaitu dengan mengerjakan pekerjaan rumah, menonton film, dan membaca buku sebagai cara untuk mempermudah diri melakukan aktivitas sehari-hari agar dapat seimbang.
- Temukan Cara Baru Untuk Terus Terhubung Dengan Teman
Ketika ingin menghabiskan waktu bersama teman di rumah masing-masing, maka sosial media akan menjadi tempat yang pas untuk kamu tetap terhubung dengan temanmu. Tapi, bermain gadget tanpa henti juga tidak sehat untuk tubuh, maka dari itu kamu perlu membuat jadwal waktu bermain di media sosial bersama orang tua.
- Fokus Pada Diri Sendiri
Di masa pandemi seperti ini sangat bagus jika kamu memulai atau mempelajari hal-hal yang baru seperti membaca buku, belajar bermain alat musik, belajar membuat kue, atau melakukan workout. Berfokus pada diri sendiri dan menemukan cara untuk menggunakan waktu dengan sebaik mungkin adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi.
- Terhubung Dengan Perasaan
Di saat seperti ini, ketika tidak bisa bertemu teman dan melewatkan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan bersama akan membuatmu sedih dan kecewa. Hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan merasakannya. Dengan membiarkan dirimu menerima rasa sakit, sedih, dan rasa kecewa akan membuatmu merasa lebih baik. Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menyalurkan perasaanya, beberapa akan membuat karya seni dan beberapa akan memilih untuk berbagi cerita bersama teman serta berbagi rasa sedih bersama. Sangat penting untuk melakukan apa yang menurut kamu benar dan berguna.
- Bersikap Baik Terhadap Diri Sendiri Dan Orang Lain
Di sosial media sering sekali kita temui hal-hal seperti penindasan atau bullying di kolom komentar. Alih-alih melawan balik, yang harus kita lakukan adalah menawarkan bantuan. Di saat seperti ini, jika kita tidak melakukan apa-apa akan membuat orang tersebut merasa bahwa semua orang menentangnya dan tidak ada yang peduli terhadapnya, kata-katamu mungkin saja bisa membantunya keluar dari masalahnya. Mulai sekarang, perlu di ingat bahwa apa yang kita katakan dan lakukan tidak akan menyakiti siapapun. Berpikir sebelum bertindak adalah hal yang tepat dilakukan untuk diri sendiri dan orang lain. DAFTAR PUSTAKA CDC.gov (2020, 1 Juli). Coping with stress. Diakses pada 5 Juli 2020, dari https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html. WHO.int (2020, 18 Maret). Mental health and psychosocial considerations during the COVID-19 outbreak. Diakses pada 5 Juli 2020, dari https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/covid-19. Unicef.org (2020, 1 Juli). How to protect your mental health during the coronavirus (COVID-19) pandemic. Diakses pada 6 Juli 2020, dari https://www.unicef.org/serbia/en/how-protect-your-mental-health-during-coronavirus-covid-19-pandemic.